Bilangan 19: Air Pentahiran

Air Pentahiran​.

Setelah belajar perikop Kewajiban dan Penghasilan Imam dan Orang Lewi dari Kitab Bilangan, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yaitu Air Pentahiran.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Bilangan (Numbers 19 dengan judul perikop Air Pentahiran).

Kita belajar perikop Air Pentahiran ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Air Pentahiran (Kitab Bilangan 19)


Num 19:1 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:

Num 19:2 "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.

Num 19:3 Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih di depan imam.

Num 19:4 Kemudian imam Eleazar harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah lembu itu, lalu haruslah ia memercikkan sedikit ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali.

Num 19:5 Sesudah itu haruslah lembu itu dibakar habis di depan mata imam; kulitnya, dagingnya dan darahnya haruslah dibakar habis bersama-sama dengan kotorannya.

Num 19:6 Dan imam haruslah mengambil kayu aras, hisop dan kain kirmizi dan melemparkannya ke tengah-tengah api yang membakar habis lembu itu.

Num 19:7 Kemudian haruslah imam mencuci pakaiannya dan membasuh tubuhnya dengan air, sesudah itu masuk ke tempat perkemahan, dan imam itu najis sampai matahari terbenam.

Num 19:8 Orang yang membakar habis lembu itu haruslah mencuci pakaiannya dengan air dan membasuh tubuhnya dengan air, dan ia najis sampai matahari terbenam.

Num 19:9 Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa.

Num 19:10 Dan orang yang mengumpulkan abu lembu itu haruslah mencuci pakaiannya, dan ia najis sampai matahari terbenam. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi orang Israel dan bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.

Num 19:11 Orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya.

Num 19:12 Ia harus menghapus dosa dari dirinya dengan air itu pada hari yang ketiga, dan pada hari yang ketujuh ia tahir. Tetapi jika pada hari yang ketiga ia tidak menghapus dosa dari dirinya, maka tidaklah ia tahir pada hari yang ketujuh.

Num 19:13 Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya, maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.

Num 19:14 Inilah hukumnya, apabila seseorang mati dalam suatu kemah: setiap orang yang masuk ke dalam kemah itu dan segala yang di dalam kemah itu najis tujuh hari lamanya;

Num 19:15 setiap bejana yang terbuka yang tidak ada kain penutup terikat di atasnya adalah najis.

Num 19:16 Juga setiap orang yang di padang, yang kena kepada seorang yang mati terbunuh oleh pedang, atau kepada mayat, atau kepada tulang-tulang seorang manusia, atau kepada kubur, orang itu najis tujuh hari lamanya.

Num 19:17 Bagi orang yang najis haruslah diambil sedikit abu dari korban penghapus dosa yang dibakar habis, lalu di dalam bejana abu itu dibubuhi air mengalir.

Num 19:18 Kemudian seorang yang tahir haruslah mengambil hisop, mencelupkannya ke dalam air itu dan memercikkannya ke atas kemah dan ke atas segala bejana dan ke atas orang-orang yang ada di sana, dan ke atas orang yang telah kena kepada tulang-tulang, atau kepada orang yang mati terbunuh, atau kepada mayat, atau kepada kubur itu;

Num 19:19 orang yang tahir itu haruslah memercik kepada orang yang najis itu pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, dan pada hari yang ketujuh itu haruslah ia menghapus dosa orang itu; dan orang yang najis itu haruslah mencuci pakaiannya dan membasuh badannya dengan air, lalu ia tahir pada waktu matahari terbenam.

Num 19:20 Tetapi orang yang telah najis, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah jemaah itu, karena ia telah menajiskan tempat kudus TUHAN; air pentahiran tidak ada disiramkan kepadanya, jadi ia tetap najis.

Num 19:21 Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya. Orang yang menyiramkan air penyuci itu, ia harus mencuci pakaiannya, dan orang yang kena kepada air penyuci itu, ia menjadi najis sampai matahari terbenam.

Num 19:22 Segala yang diraba orang yang najis itu menjadi najis dan orang yang kena kepadanya menjadi najis juga sampai matahari terbenam."

Gulungan Imamat Kedua (15:1-19:22).

Ciri utama dari bagian imamat ini dijumpai di pasal 16 dan 17 yang mengisahkan pemberontakan Korah dan akibatnya berupa tiga kali pembenaran atas imamat Harun.

Di sekeliling pembenaran Harun selaku imam ini dikemukakan beberapa masalah imamat yang lain (lih. garis besar).

2. Inilah ketetapan hukum. Apa yang di sini dinamakan ketetapan mengajar kemudian dinamakan ketetapan untuk selama-lamanya (ay. 10).

Oleh karena itu, maksud ganda dari pelaksanaan upacara ini ialah untuk mengajarkan kesucian Allah kepada Israel dan untuk melestarikan penyataan-Nya bagi angkatan yang akan datang.

Lembu betina merah yang tidak bercela. Telah dikemukakan banyak sekali penafsiran alegoris mengenai lembu betina merah ini di mana setiap rinciannya, termasuk warna hewan itu, diberi makna rohani.

Adalah lebih baik untuk menganggap upacara ini sebagaimana orang melihat lukisan seorang pelukis, dengan menyadari bahwa meskipun upacara secara keseluruhan memiliki arti, bagian-bagiannya tidak bermakna jika dipandang secara tersendiri.

Ibrani 9:13, 14 mengemukakan apa yang ingin disampaikan melalui upacara ini, yaitu bahwa umat itu memerlukan pentahiran dari kenajisan mereka.

Sebagaimana abu dari lembu betina merah tadi mentahirkan seorang Israel, begitu juga darah Kristus memuaskan keadilan ilahi, membersihkan nurani seorang berdosa yang malang dan memulihkan hubungannya dengan Allah.

4. Haruslah ia memercikkan sedikit ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan. Tindakan pendamaian yang menghapus dosa dan mendamaikan Allah (Im. 16:14, 15).

Nyawa seekor kurban yang suci dan tidak bersalah menggantikan nyawa orang yang najis. Oleh karena alasan ini, maka kurban yang dipersembahkan itu namanya kurban penghapus dosa (19:9, 17).

9. Suatu tempat yang tahir, maksudnya: bersih menurut aturan agama. Air pentahiran. Yaitu air yang membersihkan kenajisan.

Itulah penghapus dosa. Tujuan dari ritual ini ialah menyediakan sebuah cara yang sederhana untuk mentahirkan orang Israel dari kenajisan yang sangat umum.

Mereka merasakan di dalam nurani mereka hubungan antara dosa dengan kematian serta kebutuhan untuk dilepaskan dari kutukan yang dinyatakan melalui kematian, yaitu kutukan atas dosa.

12. Ia harus menghapus dosa dari dirinya. Seperti pada 8:21, ungkapan Ibraninya berarti dia harus menghapus dosa dari dirinya.

Sekalipun yang dimaksudkan adalah pentahiran, penekanan adalah pada kenajisannya dan bukan pada kesucian, mungkin karena orang tidak mungkin sungguh-sungguh dibersihkan sebelum ia menyadari bahwa dosa adalah dosa.

13. Ia menajiskan Kemah Suci Tuhan. Seorang Israel yang menjadi najis karena mayat akan mencemarkan segala sesuatu yang ia sentuh atau ia dekati.

Ide mengenai menularnya keadaan najis menurut agama ini ditekankan dalam ayat 14-15 (bdg. Hag. 2:13).

16. Atau kepada mayat, atau kepada tulang-tulang seorang manusia, atau kepada kubur. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian itu menajiskan.

Orang tidak bisa mencegah untuk kadang-kadang menjadi najis, oleh karena itu "air pentahiran" senantiasa tersedia.

Sekalipun demikian, seorang imam tidak boleh menjadi najis dengan cara ini terkecuali yang meninggal adalah keluarganya (Im. 21:1-3).

18. Seorang yang tahir haruslah mengambil hisop. Setiap orang yang "tahir" dapat melaksanakan tugas ini; tidak perlu harus imam.

Air Pentahiran Bagi Orang yang Najis Karena Kena Mayat (19:1-22).

Ayat 1-10 menguraikan bagaimana air pentahiran ini harus dipersiapkan, dan bagian selanjutnya menerangkan cara pemakaiannya.

Eleazar, putra Harun, harus mengawasi pemotongan lembu betina merah di luar perkemahan.

Dia kemudian harus memercikkan darah hewan tersebut ke arah depan Kemah Suci sebanyak tujuh kali dan sesudah itu dia harus membakar hewan itu seluruhnya, termasuk darahnya, bersama dengan kayu aras, hisop dan kain ungu.

Abu yang dihasilkan harus dipergunakan untuk membuat air pentahiran, yaitu air yang dipakai untuk membersihkan kenajisan.

Seorang yang menjadi najis oleh mayat harus dinyatakan najis sepanjang tujuh hari.

Dia kemudian harus mentahirkan diri secara seremonial dengan diperciki air pentahiran ini pada hari ketiga dan hari ketujuh.

Pada hari ketujuh dia harus mencuci pakaian dan tubuhnya, dan ketika matahari terbenam dia sudah tahir.

Jika ada yang gagal melaksanakan hal ini, maka dia harus diusir dari tengah masyarakat sebagai orang najis.

Perikop Selanjutnya: Miryam Mati.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel