Bilangan 15:37-41: Jumbai Peringatan

Jumbai Peringatan​.

Setelah belajar perikop Orang yang melanggar peraturan Sabat dari Kitab Bilangan, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yaitu Jumbai Peringatan.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Bilangan (Numbers 15:37-41 dengan judul perikop Jumbai Peringatan).

Kita belajar perikop Jumbai Peringatan ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Jumbai Peringatan (Kitab Bilangan 15:37-41)


Num 15:37 TUHAN berfirman kepada Musa:

Num 15:38 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

Num 15:39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN.

Num 15:40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu.

Num 15:41 Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu."

Gulungan Imamat Kedua (15:1-19:22).

Ciri utama dari bagian imamat ini dijumpai di pasal 16 dan 17 yang mengisahkan pemberontakan Korah dan akibatnya berupa tiga kali pembenaran atas imamat Harun.

Di sekeliling pembenaran Harun selaku imam ini dikemukakan beberapa masalah imamat yang lain (lih. garis besar).

Rincian Upacara Agama (15:1-41).

Rangkaian perintah sebelumnya (Im. 2:1-11) mengenai kurban sajian, tidak menyebutkan jumlah tertentu. Kini kita menghadapi bagian yang merinci takaran yang tepat (bdg. 23:13).

Dengan memandang ke depan kepada masa bangsa itu akan memakan makanan di Kanaan, Tuhan memberikan kepada mereka berbagai petunjuk tentang persembahan hasil pertama dari hasil jerih payah mereka.

Allah memberikan ketetapan untuk pengampunan dosa yang tidak disengaja - kasus-kasus di mana umat itu secara keseluruhan atau secara individu membuat pelanggaran secara tidak sengaja - berlandaskan pada kurban bakaran yang disertai darah pendamaian (ay. 22-31; bdg. Im. 4).

Namun, Allah juga menjelaskan, bahwa jika seorang bertindak dengan niat jahat, dia harus diusir dari antara umat itu dan menanggung sendiri kejahatannya.

Satu orang dirajam batu karena menolak perintah Allah mengenai pelaksanaan hari Sabat.

Beberapa orang berusaha untuk menyamakan hukuman yang keras ini dengan gagasan orang Farisi mengenai Sabat yang demikian dikecam oleh Kristus.

Kedua situasi tersebut berbeda.

Orang-orang Farisi menambahkan peraturan-peraturan Sabat dari hukum agama Yahudi yang tidak ada di dalam Perjanjian Lama, dengan demikian menciptakan jalan untuk mereka meloloskan diri.

Tuhan atas Sabat mengajarkan, bahwa hukum Sabat itu dimaksudkan untuk memberikan kenikmatan rohani manusia dan memenuhi kebutuhan hidupnya yang paling mendalam.

Tidak pernah Alkitab memandang enteng pelanggaran hukum Allah manapun yang disengaja.

Pasal ini diakhiri dengan sebuah pernyataan yang bernilai psikologis (15:37-41).

Orang-orang Israel harus mengikatkan jumbai-jumbai yang terbuat dari benang biru pada sudut atau batas dari jubah mereka sebagai pengingat untuk senantiasa menaati semua perintah tersebut (Ul. 22:12). Jumbai-jumbai ini merupakan tanda pengikat bagi orang Israel.

39. Tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri. Jumbai-jumbai itu mengingatkan mereka untuk tidak hidup menurut kehendak hati dan keinginan jahat mereka sendiri, tetapi sebaliknya menaati perintah-perintah Tuhan yang baik dan yang menghasilkan kesejahteraan.

Perikop Selanjutnya: Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel