Bilangan 13: Kedua Belas Pengintai

Kedua Belas Pengintai​.

Setelah belajar perikop Pemberontakan Miryam dan Harun dari Kitab Bilangan, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yaitu Kedua Belas Pengintai.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Bilangan (Numbers 13 dengan judul perikop Kedua Belas Pengintai).

Kita belajar perikop Kedua Belas Pengintai ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Kedua Belas Pengintai (Kitab Bilangan 13)


Num 13:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

Num 13:2 "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka."

Num 13:3 Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.

Num 13:4 Dan inilah nama-nama mereka: Dari suku Ruben: Syamua bin Zakur;

Num 13:5 dari suku Simeon: Safat bin Hori;

Num 13:6 dari suku Yehuda: Kaleb bin Yefune;

Num 13:7 dari suku Isakhar: Yigal bin Yusuf;

Num 13:8 dari suku Efraim: Hosea bin Nun;

Num 13:9 dari suku Benyamin: Palti bin Rafu;

Num 13:10 dari suku Zebulon: Gadiel bin Sodi;

Num 13:11 dari suku Yusuf, yakni dari suku Manasye: Gadi bin Susi;

Num 13:12 dari suku Dan: Amiel bin Gemali;

Num 13:13 dari suku Asyer: Setur bin Mikhael;

Num 13:14 dari suku Naftali: Nahbi bin Wofsi;

Num 13:15 dari suku Gad: Guel bin Makhi.

Num 13:16 Itulah nama orang-orang yang disuruh Musa untuk mengintai negeri itu; dan Musa menamai Hosea bin Nun itu Yosua.

Num 13:17 Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan, katanya kepada mereka: "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan,

Num 13:18 dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak;

Num 13:19 dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu,

Num 13:20 dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu." Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur.

Num 13:21 Mereka pergi ke sana, lalu mengintai negeri itu mulai dari padang gurun Zin sampai ke Rehob, ke jalan yang menuju ke Hamat.

Num 13:22 Mereka berjalan melalui Tanah Negeb, lalu sampai ke Hebron; di sana ada Ahiman, Sesai dan Talmai, keturunan Enak. Hebron didirikan tujuh tahun lebih dahulu dari Soan di Mesir.

Num 13:23 Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya; juga mereka membawa beberapa buah delima dan buah ara.

Num 13:24 Tempat itu dinamai orang lembah Eskol, karena tandan buah anggur yang dipotong orang Israel di sana.

Num 13:25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu,

Num 13:26 dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.

Num 13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

Num 13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

Num 13:29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan."

Num 13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

Num 13:31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita."

Num 13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

Num 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."


2. Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan. Menurut Ulangan 1:22, Allah mengalah terhadap permohonan bangsa itu agar mereka dapat memeriksa negeri itu.

Tuhan tidak berkeberatan terhadap usaha penelitian semacam itu.

Sekalipun demikian, ketiadaan iman di pihak Israel menjadi makin memalukan sesudah kedua belas pengintai itu melaporkan, bahwa negeri itu benar-benar makmur sebagaimana telah dijanjikan Allah sebelumnya.

4. Dan inilah nama-nama mereka. Teori bahwa nama-nama unik di dalam daftar ini cocok dengan zaman yang berbeda dengan zaman Musa, tidak dapat dibuktikan.

Justru keunikan nama-nama tersebut merupakan bukti daftar itu berasal dari zaman kepahlawanan dalam sejarah Israel dan bukan hasil pikiran para penulis di kemudian hari.

16. Musa menamai Hosea bin Nun itu Yosua. Musa menambahkan nama perjanjian Allah (YHWH) pada nama Hosea ("kelepasan").

Nama untuk Allah ini pada mulanya diterjemahkan menjadi Jehovah, namun kemudian pada umumnya diterjemahkan menjadi TUHAN.

Menurut Keluaran 3:13, 15, nama itu menunjuk kepada diri Allah sebagai "AKULAH AKU" yang agung, yang keberadaan-Nya bersifat kekal dan pribadi.

Nama itu juga mengingatkan Israel, bahwa Dialah Pembuat Perjanjian, yang memberikan janji-janji kepada para leluhur mereka - Abraham, Ishak dan Yakub.

Menambahkan nama Allah di depan nama diri seseorang merupakan awal dari sebuah tradisi terkenal yang waktunya bersamaan dengan makin meningkatnya persaingan bangsa Israel dengan dewa-dewa orang Kanaan, khususnya Baal.

17. Pergilah dari sini ke tanah Negeb. Sesungguhnya mereka bergerak ke utara, "melalui Negeb", atau "daerah kering".

Ada yang menerjemahkan Negeb dengan "selatan", sebab terletak di sebelah selatan dalam kaitan dengan Kanaan.

18. Amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu. Usaha tersebut dilaksanakan untuk mengetahui apakah negeri itu memang subur atau tidak, apakah penduduknya kuat ataukah lemah, atau apakah mereka tinggal di dalam kota berbenteng ataukah di perkemahan seperti orang Badui.

Beberapa abad kemudian, orang Asyur menciptakan gaya bertempur dengan mengepung kota berbenteng, untuk itu mereka memanfaatkan mesin-mesin besar serta korps zeni; dengan itupun sering kali memerlukan waktu bertahun-tahun.

Ditinjau dari sudut manusia, Israel akan berhadapan dengan musuh yang besar.

21. Padang gurun Zin sampai ke Rehob, ke jalan yang menuju ke Hamat. Mereka berangkat dari sebuah wilayah tepat di utara Kadesy menuju ke sebuah kota yang bernama Rehob, yang terletak dekat atau "searah dengan" gerbang kerajaan Hamat kuno.

Sisa-sisa kerajaan ini dikemukakan sekilas dalam Kejadian 10:18.

22. Hebron didirikan tujuh tahun lebih dahulu dari Soan di Mesir. Soan adalah Tanis menurut orang Yunani, yaitu sebuah kota yang terletak di bagian timur dari delta Nil.

Sebagaimana kata Ibrani Sõr menjadi bahasa Yunani Tir(us), demikian pula Soan menjadi Tanis.

Hebron berperan penting di dalam kehidupan para leluhur (Kej. 13:18; 23:19), yang mungkin menjadikan ayat ini mengacu ke zaman pra-Abraham.

Sekalipun demikian, sebutan ini mungkin mengacu kepada pembangunan kembali kota ini pada zaman dinasti Hiksos.

Hubungan Soan dengan Hebron di dalam tradisi Ibrani kemungkinan besar terjadi sesudah Mesir ada di bawah pemerintahan dinasti Semit (Hiksos), terutama sebab Soan merupakan ibu kota Mesir zaman Hiksos dan mungkin tempat tinggal Firaun pada zaman Musa.

24. Lembah Eskol. Kata yang diterjemahkan menjadi lembah, yaitu nahal, berarti sebuah: sungai yang kering.

Lembah-lembah semacam ini sering kali mengandung air di bawah permukaannya lama sesudah hujan berhenti, sehingga ikut berperan pada kesuburan negeri itu.

Eskol artinya tandan. Beberapa orang menghubungkan nama ini dengan seorang penguasa yang hidup di wilayah itu pada suatu masa sebelumnya (lih. Kej. 14:13).

28. Bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu. Para pengintai memberikan laporan yang sesuai dengan fakta negeri itu.

Laporan atau kabar (dabar, ay. 26) tersebut disetujui pula oleh Yosua dan Kaleb (ay. 26-29). Kabar busuk (dibbat, penghujatan, bisikan ay. 32) yang tidak mereka setujui.

30. Kita akan maju dan menduduki negeri itu. Kaleb memiliki kepercayaan pada Pribadi yang telah membuktikan diri-Nya sampai sejauh ini.

Musa mengungkapkan ciri khas sikap Kaleb ketika mengatakan: "Tuhan, Allahmu ... Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir ... dan di padang gurun" (Ul. 1:30-31).

Kita pasti akan mengalahkannya. Sesudah ungkapan iman yang penuh kepastian kemenangan inilah kesepuluh mata-mata lainnya menyebarkan kabar busuk (ay. 32) mereka. Perbuatan ini saja sudah menjadikan mereka sasaran ketidaksenangan ilahi.

32. Menyampaikan ... kabar busuk. Bahasa Ibraninya berbunyi, mereka melancarkan fitnahan tentang negeri itu, yang menunjukkan bahwa mereka mulai menyebarkan fitnahan terhadap dua orang yang setia itu.

Negeri yang memakan penduduknya. Yang dimaksudkan bukan bahwa negeri itu miskin - mereka sudah melaporkan sebaliknya - namun bahwa negeri itu diminati oleh banyak bangsa yang berperang untuk memperebutkannya karena kesuburannya.

33. Orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa. Beberapa penafsir berpendapat, bahwa para pengintai membayangkan ada raksasa ketika mereka melihat tembok benteng tinggi, kadang-kadang sampai lima puluh kaki, dan mereka pikir hanya raksasa yang bisa membangun tembok sedemikian tinggi.

Akan tetapi, ukuran tempat pembaringan raja Og dalam Ulangan 2:10, 20 menunjukkan adanya suatu bangsa yang besarnya melebihi normal.

Ulangan 2:10, 20 dan Kejadian 14:5 menunjukkan, bahwa bangsa "raksasa" itu ada sejak zaman para leluhur dan dilaporkan berada di berbagai tempat (orang Enzim, orang Zuzim, dan orang Refaim).

Dalam Ulangan 2:11 bahasa Ibrani orang Enak disebut sebagai orang Refaim.

Yosua 11:22 mengatakan, bahwa orang Enak tinggal di tiga kota orang Filistin - Gaza, Gad dan Asdod (Yer. 27:5; LXX).

Keluarga Goliat dari Gad mungkin merupakan keturunan dari orang-orang ini, sebab di II Samuel 21:16-22 dan I Tawarikh 20:4-8 para raksasa Filistin ini disebut sebagai putra-putra Rapa.

Naskah-naskah yang berasal dari abad kelima belas sM dari Ugarit menyebut tentang orang Refaim (C. H. Gordon, Ugaritic Literature, hlm. 101-103), yang mungkin bukan merupakan "bayangan orang mati", namun benar-benar orang-orang perkasa yang sama (bdg. kata Ugarit ilnym dengan kata Ibrani 'elim; Ayb. 41:17) dari utara ini, tempat asal mula pengolahan besi (bdg. tempat pembaringan Og).

Perikop Selanjutnya: Pemberontakan Umat Israel.

Kisah Tentang Pengintai (13:1-14:45).


Para pengintai dikirimkan atas perintah Musa untuk melihat apakah Kanaan baik atau tidak, subur atau tandus, apakah penduduknya banyak atau sedikit, apakah mereka galak ataukah ramah, dan apakah mereka hidup seperti pengembara di dalam perkemahan ataukah sudah mapan dengan benteng-benteng yang kokoh.

Sesudah mengadakan penelitian selama empat puluh hari, dari Negeb hingga perbatasan Hamat, kembalilah para pengintai itu.

Semua setuju, bahwa negeri itu berlimpah "susu dan madu".

Namun, sepuluh orang di antara mereka demikian terkesan oleh benteng-benteng serta bentuk badan penduduk yang tegap di sana, sehingga mereka mempengaruhi orang Israel yang lainnya agar tidak berpikir untuk menyerbu daerah itu.

Hanya Yosua dan Kaleb yang berani mengatakan: "Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan memberikannya kepada kita."

Penampakan kemuliaan Tuhan yang tiba-tiba, menyelamatkan kedua pengintai tersebut dari dilempari batu.

Tuhan mengemukakan kepada Musa, bahwa Ia akan memusnahkan bangsa itu dan menjadikan nabi itu sendiri bangsa yang besar.

Namun, Musa secara efektif bersyafaat bagi Israel.

Dia mengemukakan perlunya mempertahankan kehormatan Allah di hadapan bangsa-bangsa kafir yang pasti akan mengatakan: "Tuhan tidak berkuasa."

Musa memohon panjang sabar dan kemurahan Allah yang besar.

Tuhan mengampuni bangsa itu, namun Dia juga menghajar mereka sambil mengatakan, bahwa angkatan yang bersungut-sungut dan memberontak kepada Allah, tidak akan melihat Negeri yang Dijanjikan.

Bangsa Israel, yang bersyukur atas pengampunan mereka, tetapi tidak bisa menangkap arti sepenuhnya dari penghajaran yang dikemukakan itu, kini berketetapan untuk menaati soal yang sebelumnya tidak mereka taati.

Sekalipun sudah diingatkan Musa, mereka berangkat juga untuk menyerang bangsa Amalek dan Kanaan. Mereka kemudian dikalahkan dan berhasil digiring balik sampai ke Horma.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel