Bilangan 28:9-15: Korban Sabat dan Korban Bulan Baru

Korban Sabat dan Korban Bulan Baru.

Setelah belajar perikop Korban Pagi dan Korban Petang dari Kitab Bilangan, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yaitu Korban Sabat dan Korban Bulan Baru.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Bilangan (Numbers 28:9-15 dengan judul perikop Korban Sabat dan Korban Bulan Baru).

Kita belajar perikop Korban Sabat dan Korban Bulan Baru ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Korban Sabat dan Korban Bulan Baru (Kitab Bilangan 28:9-15)


Num 28:9 "Pada hari Sabat: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, serta dengan korban curahannya.

Num 28:10 Itulah korban bakaran Sabat pada tiap-tiap Sabat, di samping korban bakaran yang tetap dan korban curahannya.

Num 28:11 Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada TUHAN: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela,

Num 28:12 dan juga tiga persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk tiap-tiap lembu jantan, serta dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk domba jantan yang seekor itu,

Num 28:13 serta sepersepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk tiap-tiap domba; itulah suatu korban bakaran, bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Num 28:14 Dan korban-korban curahannya haruslah untuk seekor lembu jantan setengah hin anggur, untuk seekor domba jantan sepertiga hin dan untuk seekor domba seperempat hin. Itulah korban bakaran pada setiap bulan baru dalam setahun.

Num 28:15 Dan seekor kambing jantan haruslah diolah menjadi korban penghapus dosa bagi TUHAN, serta dengan korban curahannya, di samping korban bakaran yang tetap."

Persiapan Untuk Memasuki Negeri yang Dijanjikan (26:1-36:13).

Sejak bagian ini hingga akhir Kitab Bilangan, semua pokok bahasannya terkait langsung dengan masuknya Israel ke negeri yang dijanjikan, pengumpulan kembali laskar Israel (ps. 26), masalah warisan bagi anak perempuan dan pentahbisan pengganti Musa (ps. 27), pembagian tanah dan berbagai petunjuk untuk menetap di negeri itu (ps. 32, 34), serta pendirian kota-kota orang Lewi (ps. 35).

Gulungan Imamat Ketiga (28:1-29:40).

Pasal 28 dan 29, seperti halnya Imamat 23, mengemukakan seluruh upacara tahunan dalam bentuk garis besar.

Tetapi, yang diperhatikan di sini adalah jumlah hewan yang dipersembahkan, dengan mengingat akan menetapnya Israel di negeri yang dijanjikan.

Jumlah bulan ditentukan, dan setiap tahun dibedakan oleh pelaksanaan perayaan pada awal bulan ketujuh (29:1).

Tarikh religius Ibrani zaman dulu diatur sesuai dengan musim-musim pertanian, sebagaimana tampak dari nama bulan Abib, "panen bulir gandum yang pertama", (Kel. 13:4), dan dari batu tulis orang Israel dari abad ke-10 sM, yaitu Tarikh Gezer (G. E. Wright, Biblical Archeology, hlm. 180, 181).

Ketergantungan pada peredaran matahari semacam itu (Ul. 16:9), memelihara tarikh Israel tidak terus berputar seperti halnya tarikh religius Arab saat ini, sebab orang Ibrani menyisipkan satu bulan dalam tarikh mereka, jika diperlukan.

Di dalam pasal-pasal ini setiap bulan baru ditandai dengan peniupan nafiri perak, yang merupakan sarana yang praktis untuk melaksanakan upacara tahunan yang telah ditentukan.

Di dalam kesederhanaan mereka itu, orang Ibrani menghindari segala masalah rumit dari penanggalan Mesir yang 365 hari yang didasarkan pada observasi terhadap bintang, yang sekalipun cukup canggih, juga selalu berkurang seperempat hari dan dalam jangka waktu yang normal memutar penanggalan itu sesuai musim.

Di sisi yang lain, orang Ibrani tampaknya telah mengambil alih sistem memberikan angka kepada bulan dari orang Mesir padahal sebagian besar bangsa Semit lainnya memberikan nama.

Sekalipun demikian, hal ini baru dilakukan secara resmi sesudah Pembuangan, ketika mereka memakai penandaan Babel.

10. Di samping korban bakaran yang tetap. Persembahan-persembahan itu bertumpuk-tumpuk, persembahan pada hari Sabat ditambahkan pada persembahan harian, dan demikian seterusnya di seluruh sisi dua pasal ini.

11. Pada bulan barumu. Karena yang ditekankan adalah jumlah hewan yang harus dikurbankan, maka perintah untuk meniupkan nafiri perak (bdg. 10:10) tidak dikemukakan, walaupun ditekankan sebagai bagian dari perayaan religius pada awal bulan yang ketujuh (29:1).

Menurut 10:10, nafiri-nafiri itu harus ditiup pada awal setiap bulan. Kebiasaan tersebut mungkin dimaksudkan untuk mengemukakan makna madani maupun makna religius kepada bangsa itu.

15. Kambing jantan ... menjadi korban penghapus dosa. Ditambahkan kewajiban untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa untuk mengatasi dosa-dosa yang untuknya belum diadakan pendamaian pada bulan itu.

Perikop Selanjutnya: Korban Pada Hari-hari Raya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel