Bilangan 1: Laskar Israel Dihitung

Laskar Israel Dihitung.

Setelah belajar perikop Membayar Nazar yang merupakan perikop terakhir dari Kitab Imamat, sekarang kita belajar Kitab Bilangan. Kita mulai dengan perikop pertama, yaitu Laskar Israel Dihitung.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Bilangan (Numbers 1 dengan judul perikop Laskar Israel Dihitung).

Kita belajar perikop Laskar Israel Dihitung ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Laskar Israel Dihitung (Kitab Bilangan 1)


Num 1:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

1. Tuhan berfirman kepada Musa. Formula ini dipakai sebanyak sekitar delapan puluh kali di dalam kitab ini.

Jika tulisan ini tidak berasal langsung dari Musa, maka kita perlu beranggapan, bahwa penulis kata-kata ini merupakan seorang penipu.

Bulan yang kedua dalam tahun yang kedua. Satu bulan tepat sesudah mereka mendirikan Kemah Suci (Kel. 40:1, 17).

Bilangan 7:1 dan 9:1, 15 mengacu pada hari pertama dari bulan pertama, mendahului ayat pembukaan ini satu bulan.

Para imam dan Kemah Suci ditahbiskan pada bulan ini (Kel. 40; Im. 8), para pemimpin membawa persembahan mereka pada bulan ini (7), dan sesudah itu dilaksanakan peringatan Paskah yang pertama (9:1-14).

Num 1:2 "Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel

2. Hitunglah jumlah segenap umat Israel. Kemah Suci yang baru saja selesai, menjadi pusat perkemahan.

Pasukan tempur harus ditata dan seluruh perkemahan harus diatur, serta disusun sebagai sebuah organisasi militer dan sipil religius.

Oleh karena itu, sangatlah perlu diadakan sensus.

Kata ro'sh atau jumlah, pada umumnya berarti: kepala.

Demikian pula, perhitungan sensus mengacu kepada menghitung setiap individu atau kepala (gulgelot, "tengkorak").

Num 1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.

Num 1:4 Dari tiap-tiap suku harus ada satu orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi kepala dari suku yang diwakilinya itu.


3. Yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang. Kalimat ini dipakai empat belas kali di sepanjang pasal ini, sehingga jelas menunjukkan, bahwa sensus tersebut memiliki tujuan yang berkaitan dengan militer.

Orang Lewi yang bukan militer akan disensus tersendiri (1:47; 3:14-51).

Num 1:5 Dan inilah nama semua orang yang harus mendampingi kamu. Dari suku Ruben: Elizur bin Syedeur;

Num 1:6 dari suku Simeon: Selumiel bin Zurisyadai;

Num 1:7 dari suku Yehuda: Nahason bin Aminadab;

Num 1:8 dari suku Isakhar: Netaneel bin Zuar;

Num 1:9 dari suku Zebulon: Eliab bin Helon;

Num 1:10 dari keturunan Yusuf: Elisama bin Amihud dari suku Efraim, dan Gamaliel bin Pedazur dari suku Manasye;

Num 1:11 dari suku Benyamin: Abidan bin Gideoni;

Num 1:12 dari suku Dan: Ahiezer bin Amisyadai;

Num 1:13 dari suku Asyer: Pagiel bin Okhran;

Num 1:14 dari suku Gad: Elyasaf bin Rehuel;

Num 1:15 dari suku Naftali: Ahira bin Enan."

Num 1:16 Itulah orang-orang yang dipilih dari umat itu, masing-masing sebagai pemimpin dari suku bapa leluhurnya; mereka inilah kepala-kepala pasukan Israel.

Num 1:17 Lalu Musa dan Harun memanggil orang-orang yang tertunjuk namanya itu,


5. Dan inilah nama semua orang. Berbagai usaha untuk menunjukkan bahwa daftar ini (ay. 5-15) "tidak berdasarkan sejarah" tidak dapat didukung oleh data faktual.

Banyaknya pemakaian nama ilahi 'el (Eliab, Pagiel, dan lain-lain) sama sekali tidak menunjukkan bahwa ini ditulis belakangan (ICC, Numbers, hlm. 6, 7), sebab nama ini dipakai secara bebas untuk nama-nama pribadi di dalam naskah-naskah Ugarit yang dibuat sekitar 1400 sM.

Juga kata majemuk Shaddáy (seperti dalam Zurisyadai, ay. 6) muncul sebagai nama pribadi pada sebuah patung kecil dari akhir abad keempat belas sebelum Masehi (Wm. F. Albright, The Biblical Period, hlm. 7).

Num 1:18 dan pada tanggal satu bulan yang kedua mereka menyuruh segenap umat berkumpul. Kemudian silsilah orang-orang Israel disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, sedang nama-nama mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas dicatat orang demi orang,

18. Kemudian silsilah orang-orang Israel disusun. Bagi bangsa-bangsa Semit, mengetahui silsilah keluarga lebih penting daripada mengetahui hari lahir atau usia orang.

Oleh karena itulah, di dalam Alkitab kita menemukan daftar keturunan yang panjang, yang akhirnya dipakai untuk menelusuri silsilah Mesias melalui Abraham, Yehuda dan Daud sesuai dengan yang dijanjikan Allah.

Num 1:19 seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Demikianlah Musa mencatat mereka di padang gurun Sinai.

19. Demikianlah Musa mencatat mereka. Kata kerja pãqad ini memiliki arti yang luas.

Di sini artinya ialah berparade, atau mengumpulkan, dan dalam arti menghitung.

Frasa yang sering kali diulang: disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka (ay. 20), menunjuk kepada apa yang kita sebut: menurut rumah tangga, menurut marga, dan menurut suku.

Num 1:20 Ketika silsilah bani Ruben, yaitu keturunan anak sulung Israel, disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama semua laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang, orang demi orang.

Num 1:21 Jumlah yang dicatat dari suku Ruben ada empat puluh enam ribu lima ratus orang.

Num 1:22 Ketika silsilah bani Simeon disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama semua laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang, orang demi orang.

Num 1:23 Jumlah yang dicatat dari suku Simeon ada lima puluh sembilan ribu tiga ratus orang.

Num 1:24 Ketika silsilah bani Gad disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:25 Jumlah yang dicatat dari suku Gad ada empat puluh lima ribu enam ratus lima puluh orang.

Num 1:26 Ketika silsilah bani Yehuda disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:27 Jumlah yang dicatat dari suku Yehuda ada tujuh puluh empat ribu enam ratus orang.

Num 1:28 Ketika silsilah bani Isakhar disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:29 Jumlah yang dicatat dari suku Isakhar ada lima puluh empat ribu empat ratus orang.

Num 1:30 Ketika silsilah bani Zebulon disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:31 Jumlah yang dicatat dari suku Zebulon ada lima puluh tujuh ribu empat ratus orang.

Num 1:32 Mengenai keturunan Yusuf: Ketika silsilah bani Efraim disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:33 Jumlah yang dicatat dari suku Efraim ada empat puluh ribu lima ratus orang.

Num 1:34 Dan ketika silsilah bani Manasye disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:35 Jumlah yang dicatat dari suku Manasye ada tiga puluh dua ribu dua ratus orang.

Num 1:36 Ketika silsilah bani Benyamin disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:37 Jumlah yang dicatat dari suku Benyamin ada tiga puluh lima ribu empat ratus orang.

Num 1:38 Ketika silsilah bani Dan disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:39 Jumlah yang dicatat dari suku Dan ada enam puluh dua ribu tujuh ratus orang.

Num 1:40 Ketika silsilah bani Asyer disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:41 Jumlah yang dicatat dari suku Asyer ada empat puluh satu ribu lima ratus orang.

Num 1:42 Ketika silsilah bani Naftali disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang.

Num 1:43 Jumlah yang dicatat dari suku Naftali ada lima puluh tiga ribu empat ratus orang.

Num 1:44 Itulah jumlah orang-orang yang dicatat oleh Musa dengan Harun dan dengan kedua belas pemimpin Israel yang masing-masing mewakili sukunya.

Num 1:45 Jadi semua orang Israel yang dicatat menurut suku-suku mereka, yaitu orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang di antara orang Israel,

Num 1:46 berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.

Num 1:47 Tetapi mereka yang menurut suku bapa leluhurnya termasuk orang Lewi, tidak turut dicatat bersama-sama dengan mereka itu.

Num 1:48 Sebab TUHAN telah berfirman kepada Musa:

Num 1:49 "Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel,

Num 1:50 tetapi tugaskanlah mereka untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya.

Num 1:51 Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka; sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.

Num 1:52 Orang Israel haruslah berkemah masing-masing di tempat perkemahannya dan masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka,

Num 1:53 tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum Allah supaya umat Israel jangan kena murka; orang Lewi haruslah memelihara Kemah Suci, tempat hukum itu."

Num 1:54 Maka orang Israel berbuat demikian; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat mereka.


46. Berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang. Ini jumlah tentaranya saja, sebab ada dua syarat yang mengatur perhitungan itu, yaitu laki-laki yang dihitung harus berusia di atas dua puluh tahun, dan mereka harus mampu maju berperang.

Diperkirakan bahwa seluruh perkemahan itu terdiri atas dua sampai tiga juta jiwa - termasuk orang Lewi, orang lanjut usia, perempuan dan anak-anak.

Para pakar yang tidak bisa menerima unsur-unsur adikodrati dari cara Allah menghadapi umat-Nya pada zaman dahulu, menyatakan bahwa lima ribu orang yang siap berperang merupakan angka yang lebih masuk akal untuk diterima.

Dan menurut mereka, jumlah ini merupakan hasil sensus yang dibuat pada masa sesudah itu.

Beberapa orang beranggapan, bahwa itu adalah hasil sensus Daud dari II Samuel 24.

Namun, di situ dikemukakan, bahwa kekuatan pasukan yang siap berperang dari Yehuda saja adalah 500.000 orang (II Sam. 24:9), sedangkan di Yehuda sini hanya ada 74.000 orang saja.

Di II Samuel 24 istilah untuk tentara ialah ish hayl (orang perang), di dalam Kitab Bilangan istilahnya ialah kol yose saba (semua orang yang sanggup berperang).

George E. Mendenhall di dalam suatu penelitian yang menarik (JBL, Maret, 1958), melihat hasil perhitungan sensus ini sebagai daftar otentik yang disalahpahami oleh angkatan-angkatan yang kemudian.

Beliau mengemukakan, bahwa daftar-daftar semacam itu bisa muncul di dalam masyarakat-masyarakat kuno.

Dalam dunia Semit, telah ditemukan sensus di Mari, Ugarit dan Alalakh dengan bentangan waktu mulai zaman Para Leluhur hingga sesaat sebelum zaman Musa.

Kata 'elep, yang pada umumnya berarti seribu oleh Mendenhall dipahami sebagai berarti suatu kesatuan suku, mungkin yang bukan militer dan jumlahnya tidak sampai seribu.

Sebagai contoh, ketika orang Ibrani menyebut 46.500 orang dari suku Ruben, maka yang dimaksudkan adalah 46 kesatuan suku, namun hanya 500 orang yang sanggup berperang.

Dengan demikian, ketika itu ada 558 kesatuan suku semacam itu dan 5.550 orang yang sanggup berperang.

Kesulitan untuk menerima pandangan ini adalah karena Bilangan 2:32 menyajikan sebuah jumlah yang menunjukkan bahwa 'elep berarti: seribu.

Sekalipun demikian, Mendenhall yakin, bahwa para imam pasca-Pembuangan yang menyusun kitab ini memaksakan istilah 'elep untuk berarti "seribu" tanpa mengetahui artinya pada zaman dahulu.

Mendenhall dengan tepat melihat, dalam hubungan dengan Hakim-Hakim 6:15, bahwa Gideon menganggap seribu ('elep) orang pasukannya sebagai lemah (yaitu tidak memiliki kekuatan penuh sebagaimana seharusnya), sebuah ciri khas dari banyak kesatuan militer.

Namun jika demikian, maka Mendenhall terpaksa harus menganggap Keluaran 18:25 sebagai ayat yang tidak asli, sebab dikatakan oleh ayat tersebut: "Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi ... pemimpin seribu orang (alapim), pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang."

Penulis tafsiran ini, yaitu bukti menunjukkan, bahwa istilah 'elep menunjuk pada sebuah kesatuan militer (Bil. 1:16; 31:5, 14), namun kemudian juga menjadi berarti sebuah kesatuan suku yang tidak tertentu jumlahnya (I Sam. 23:23; Mi. 5:2).

Untuk menopang kehidupan dua hingga tiga juta orang di padang gurun, jelas memerlukan campur tangan ilahi. Tujuan penulisan Kitab Bilangan ini ialah untuk menunjukkan, bahwa campur tangan itulah yang terjadi.

Sensus Pertama di Padang Gurun Sinai (1:1-4:49)

Tempat peristiwa ini adalah Sinai, sekitar sepuluh bulan sesudah Israel tiba di sana (Kel. 19:1).

Hanya tinggal sembilan belas hari lagi awan akan diangkat dari Kemah Suci dan Israel akan berangkat menuju Negeri Yang Dijanjikan (Bil. 10:11).

Karena bangsa Israel menghadapi gurun yang gersang dan perlawanan musuh yang gigih, mereka memerlukan sebuah perkemahan yang diatur dengan baik.

Perikop Selanjutnya: Suku-suku Israel Ditunjuk Tempat Perkemahannya.

GARIS BESAR BILANGAN


Bagian Pertama: Israel di Padang Gurun (1:1-21:35)

I. Sensus Pertama di Padang Gurun Sinai (1:1-4:49)
A. Sensus Pasukan Tempur Israel (1:1-54)
B. Pengaturan Kemah (2:1-34)
C. Fungsi Imamat Putra-putra Harun (3:1-4)
D. Tugas dan Sensus Suku Lewi (3:5-39)
E. Sensus Laki-laki Sulung (3:40-51)
F. Sensus Angkatan Kerja Suku Lewi dan Tugas Mereka (4:1-49)

II. Gulungan Imamat Pertama (5:1-10:10)
A. Pemisahan Orang yang Najis (5:1-4)
B. Kompensasi Untuk Pelanggaran dan Honor Imam (5:5-10)
C. Pengadilan Terhadap Kecemburuan (5:11-31)
D. Hukum Orang Bernazar (6:1-21)
E. Berkat Imam (6:22-27)
F. Persembahan Pemimpin Suku (7:1-89)
G. Kandil Emas (8:1-4)
H. Pentahbisan Orang Lewi dan Akhir Masa Kerja Mereka (8 :5-26)
I. Peringatan Paskah yang Pertama dan Perayaan Paskah Tambahan yang Pertama (9:1-14)
J. Awan Menutupi Kemah Suci (9:15-23)
K. Dua Nafiri Perak (10:1-10)

III. Dari Padang Gurun Sinai ke Padang Gurun Paran (10:11-14:45; bdg. 10:12; 13:26)
A. Meninggalkan Sinai (10:1-36)
1. Perintah Untuk Berangkat (10:11-28)
2. Hobab Diundang Menjadi Penunjuk Jalan (10:29-32)
3. Tabut Perjanjian (10:33-36)

B. Tabera dan Kibrot-Taawa (11:1-35)
1. Tabera (11:1-3)
2. Mana Disediakan (11:4-9)
3. Tujuh Puluh Tua-tua Musa Sebagai Pejabat (11:10-30)
4. Hukuman Dengan Burung Puyuh di Kibrot-Taawa (11:31-35)

C. Pemberontakan Miryam dan Harun (12:1-16)

D. Kisah Tentang Pengintai (13:1-14:45)
1. Para Pengintai, Tugas dan Laporan Mereka (13:1-33)
2. Umat Itu Patah Semangat dan Memberontak (14:1-10)
3. Syafaat Musa (14:11-39)
4. Usaha Menyerbu Horma yang Sia-sia (14:40-45)

IV. Gulungan Imamat Kedua (15:1-19:22)
A. Rincian Upacara Agama (15:1-41)
1. Jumlah Kurban Sajian dan Kurban Api-apian (15:1-16)
2. Persembahan Kue Hasil Panen Pertama (15:17-21)
3. Kurban Penghapusan Dosa yang Tidak Disengaja (15:22-31)
4. Hukuman Bagi Pelanggar Sabat (15:32-36)
5. Jumbai-jumbai (15:37-41)

B. Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram (16:1-35)

C. Rangkaian Peristiwa yang Membenarkan Imamat Harun (16:36-17:13)

D. Berbagai Tugas dan Penghasilan Imam dan Orang Lewi (18:1-32)

E. Air Pentahiran Bagi Orang yang Najis Karena Kena Mayat (19:1-22)

V. Dari Padang Gurun Zin Hingga Padang Rumput Moab (20:1-22:1)
A. Padang Gurun Zin (20:1-21)
1. Dosa Musa - sekitar Kadesy (20:1-13)
2. Permohonan Untuk Melewati Edom (20:1421)

B. Di Wilayah Gunung Hor (20:22-21:3)
1. Kematian Harun (20:22-29)
2. Arad Orang Kanaan Dikalahkan di Horma (21:1-3)

C. Perjalanan Menuju Padang Rumput Moab (21:4-22:1)
1. Pemberontakan Dalam Perjalanan Mengelilingi Edom (21:4-9)
2. Tempat-tempat yang Dilewati Ketika Meninggalkan Araba (21:10-20)
3. Kekalahan Orang Amori (21:21-32)
4. Kekalahan Og, Raja Basan (21:33-35)
5. Tiba Di Dataran Moab (22:1)

Bagian Kedua: Persekongkolan Asing Menentang Israel (22:2125:18)
I. Kegagalan Balak Untuk Membuat Tuhan Memusuhi Israel (22:2-24:25)
A. Balak Memanggil Bileam (22:2-40)
B. Nubuat-nubuat Bileam (22:41-24:25)

II. Keberhasilan Balak Dalam Membuat Israel Berpaling dari Tuhan (25:1-18)
A. Dosa di Baal-Peor (25:1-5)
B. Semangat Pinehas (25:6-18)

Bagian Ketiga: Persiapan Untuk Memasuki Negeri yang Dijanjikan (26:1-36:13)

I. Sensus Kedua di Dataran Moab (26:1-65)
II. Hukum Warisan (27:1-11)
III. Pengangkatan Penggantl Musa (27:12-23)
IV. Gulungan Imamat Ketiga (28:1-29:40)
A. Pendahuluan (28:1,2)
B. Persembahan-persembahan Harian (28:3-8)
C. Persembahan-persembahan Sabat (28:9,10)
D. Persembahan-persembahan Bulanan (28:11-15)
E. Persembahan-persembahan Tahunan (28:16-29:40)
1. Perayaan Roti Tidak Beragi (28:1b-25)
2. Perayaan Tujuh Minggu (28:26-31)
3. Perayaan Nafiri (29:1-6)
4. Hari Pendamaian (29:7-11)
5. Perayaan Pondok Daun (29:12-40)

V. Keabsahan Nazar Perempuan (30:1-16)

VI. Pertempuran dengan Bangsa Midian (31:1-54)>
A. Kehancuran Bangsa Midian (31:1-18)
B. Pentahiran Para Prajurit Perang (31:19-24)
C. Membagi Hasil Rampasan Perang (31:25-54)

VII. Dua Setengah Suku Menetap di Trans-Yordan (32:1-42)
A. Tanggapan Musa Terhadap Permohonan Gad dan Ruben (32:1-33)
B. Kota-kota yang Dibangun Kembali Oleh Gad dan Ruben (32:34-38)
C. Gilead Diduduki Oleh Suku Manasye (32:39-42)

VIII. Rute dari Mesir ke Yordan (33:1-49)

IX. Perintah-perintah Mengenai Tinggal Menetap di Kanaan (33:50-35:34)
A. Pengusiran Penduduk, Pembuatan Batas, Pembagian Tanah (33:50-34:29)
B. Kota-kota Suku Lewi & Kota-kota Perlindungan (35:1-34)

X. Pernikahan Ahli Waris Perempuan (36:1-13)

PENDAHULUAN BILANGAN


Judul dan Jangkauan Kitab.

Di antara beberapa judul kuno dari kitab ini, terdapat satu judul yang dipakai dalam Alkitab Ibrani kita, yaitu bemidbar yang artinya: di padang gurun.

Judul tersebut diambil dari anak kalimat yang menonjol di baris pertama dan cukup jelas melukiskan seluruh isinya.

Judul bahasa Inggrisnya berasal dari versi Septuaginta (LXX) yang melalui Vulgata Latin diperoleh judul Numbers. (Indonesia: Bilangan.)

Hanya beberapa pasal saja (1-4; 26) yang membahas pembilangan (sensus), sedangkan sebagian besar kitab ini membahas hukum-hukum, ketetapan-ketetapan dan pengalaman Israel ketika di padang gurun.

Sekalipun demikian, kita tidak boleh meremehkan pentingnya dua sensus di dalam kitab ini, yang pertama diadakan di Sinai sebagai persiapan untuk pengembaraan di padang gurun, sedangkan satunya dilaksanakan dekat Sungai Yordan, hampir empat puluh tahun kemudian, sebagai persiapan untuk memasuki negeri yang dijanjikan.

Dapat dikatakan, bahwa kedua sensus tersebut memisahkan kitab ini menjadi dua bagian.

Jadi pasal 1-21 diawali dengan sensus pertama dan membahas pengalaman Israel selama di padang gurun, sedangkan pasal 22-36 diawali dengan sensus angkatan yang baru dan mengisahkan peristiwa pada bulan-bulan sebelum mereka memasuki Kanaan.

Kisah Bileam yang memisahkan dua bagian ini merupakan engsel (penghubung) sastra yang akan kita bahas nanti.

Bilangan tidak dapat dipelajari terlepas dari Keluaran, Imamat dan Ulangan.

Sebagai contoh, Keluaran 19:1 mengisahkan tibanya Israel di padang gurun Sinai pada bulan ketiga sesudah orang Israel meninggalkan Mesir.

Dari bulan ketiga hingga bulan kedua belas, mereka menerima Dasa Titah, perintah dan petunjuk untuk mendirikan Kemah Suci, dan berbagai perintah tentang sistem mempersembahkan kurban yang dikemukakan di dalam Imamat.

Di dalam Bilangan, bangsa Israel memperoleh pelajaran tentang hidup sebagai suatu perhimpunan.

Sistem keagamaan, sipil dan militer mereka diatur sebagai persiapan bagi mereka dalam melakukan perjalanan, ibadah dan penaklukan sebagai satu bangsa.

Sejumlah hukum dan peraturan yang melengkapi rincian-rincian legal dan seremonial dari Keluaran dan Imamat, disisipkan dalam kitab ini.

Tanggal paling dini yang disebutkan kitab ini ialah dalam 9:1, yang mencatat bahwa pada bulan pertama dari tahun kedua, bangsa itu diberi peraturan untuk melaksanakan peringatan Paskah yang pertama.

Bilangan 1:1-2 menyebutkan, bahwa Israel ketika berada di Sinai, melakukan sensus pada bulan kedua dari tahun kedua dan menerima perintah-perintah tambahan yang sebagian besar menyangkut upacara agamawi (ps. 5-10).

Dan sesudah itu meninggalkan Sinai pada tanggal dua puluh bulan kedua pada awal tahun kedua sesudah keluar dari Mesir (10:11).

Jadi, Bilangan mengisahkan sejarah gerakan Israel sejak lima belas hari terakhir di Sinai (1:1; 10:1) hingga mereka sampai di dataran Moab, sebelah timur Yordan, pada tahun keempat puluh (22:1; 26:3; 33:50).

Urutan peristiwa yang dikisahkan dalam Kitab Bilangan adalah: Dari Sinai Israel mengembara ke utara memasuki padang gurun Paran.

Di sana, para pengintai yang membawa pulang "kabar busuk" menimbulkan pemberontakan dan bangsa itu tidak bersedia masuk ke Kanaan.

Akibat pemahaman yang bodoh, mereka menderita kekalahan di tangan bangsa kafir dan disuruh mengembara kembali di padang gurun sepanjang tiga puluh delapan tahun lagi.

Pada akhir periode ini mereka pergi ke dataran Moab, di sebelah timur Yordan, dan mengalahkan serta menduduki seluruh wilayah Trans-Yordan di utara Sungai Arnon.

Di sini mereka terjerumus ke dalam dosa dengan para perempuan Moab dan Midian serta menyembah dewa-dewa mereka.

Israel, kini generasi baru, dihitung lagi, dan atas perintah Allah, mereka kemudian menghancurkan orang Midian yang telah demikian mengusik mereka.

Gad, Ruben dan setengah suku Manasye diberi tanah di tepi timur Sungai Yordan, dan Musa mengangkat Yosua sebagai penggantinya.

Dari pasal 20 hingga pasal 36, kitab ini membahas rangkaian peristiwa pada tahun keempat puluh (36:13).

Banyaknya hukum dan peraturan menjadikan bagian ini memiliki banyak kesamaan dengan Kitab Ulangan.

Tanggal dan Kepenulisan.

G. B. Gray mengemukakan pandangan sejumlah peneliti Alkitab dari segi sejarah dan sastra ketika ia mengatakan tentang Kitab Bilangan: Banyak yang dikisahkan di sini tentang zaman Musa dapat dibuktikan sebagai tidak menurut sejarah .... (ICC, hlm. ilii).

Sekalipun demikian, dia mengakui bahwa beberapa persoalan yang dikemukakan "tidak bertentangan dengan fakta-fakta dan kondisi sejarah".

Dalam usaha untuk menerangkan Kitab Bilangan tanpa mengakui Musa yang menulisnya, banyak ahli mengemukakan, bahwa kitab ini merupakan perpaduan beberapa dokumen.

Menurut para ahli itu, sebagian besar dari Kitab Bilangan berasal dari dokumen P (Priestly, para imam), yang menurut mereka tidak ditulis sebelum abad keenam atau kelima sM, terutama oleh para imam zaman pasca-pembuangan.

Mereka berpendapat, bahwa sebagian dari Kitab Bilangan berasal dari dokumen "J" dan "E", dua buah dokumen yang tidak lebih tua dari abad kesembilan dan kedelapan sM.

Bahkan dokumen-dokumen yang lebih dini ini, menurut mereka, berjarak demikian jauh dari zaman Musa dan tradisi-tradisinya demikian kacau, sehingga hampir tidak mengisahkan apa-apa tentang zaman Musa.

Pandangan itu membuat kita berhadapan dengan kitab yang ditulis lebih daripada lima ratus tahun atau lebih sejak kejadian sesungguhnya oleh berbagai penulis, penyunting dan penyusun yang berbeda.

Kitab Bilangan, menurut para peneliti itu, "tidak memiliki kesatuan ungkapan religius" dan "mustahil untuk merangkum pengertian-pengertian dasarnya atau untuk menunjukkan nilai religius dari kitab ini sebab hal-hal itu berbeda-beda di tiap bagiannya" (ibid; hlm. xlvii).

Alasan-alasan pokok yang dikemukakan Gray dan lain-lain untuk mendukung hipotesis dokumenter tentang asal-usul dari Pentateukh ini tidak lagi dianggap sahih oleh para sarjana teori sumber yang paling terkemuka.

E. E. Flack di dalam Interpretation (1959, XIII, hlm. 6) mengatakan: "Kecenderungan dalam pemikiran mutakhir ialah mengenali bahan-bahan dini di dalam Pentateukh dan berusaha untuk mencari suatu pemecahan yang lebih memuaskan bagi masalah struktur penulisannya ketimbang yang diberikan oleh teori dokumenter itu" (lih. juga B. D. Eerdmans, Oudtestamenttische Studien, Bag. VI, 1949).

C. H. Gordon di dalam artikelnya Homer and the Bible (Hebrew Union College Annual, vol XXVI, 1955) mengemukakan: "naskah-naskah yang baru ditemukan menunjukkan bahwa banyak bahan yang dianggap berasal dari dokumen 'P' ternyata sangat dini, bahkan pra Musa".

Di sini Gordon menuduh para penganut pandangan dokumenter ini sebagai memberikan tanggal hipotesis kepada strata (dokumen) hipotesis dan menyebutnya penelitian "sejarah".

Sekalipun demikian, berbagai kecenderungan mutakhir di kalangan akademis belum menghasilkan penerimaan umum terhadap klaim-klaim yang dikemukakan kitab ini (sebanyak delapan puluh kali atau lebih), bahwa "Tuhan berfirman kepada Musa" atau bahwa "Musa menuliskan perjalanan mereka ... " (33:2).

Orang harus bertanya, apakah para penipu yang suka memamerkan kesucian mereka menyisipkan kata-kata "Tuhan berfirman kepada Musa" agar tulisan mereka kedengarannya memiliki otoritas?

Pakar ilmu purbakala terkemuka, W. F. Albright, menunjukkan bahwa penipu yang suka memamerkan kesucian dan pseudepigrafi tidak umum di dunia Timur pra-Helenistik.

Sesungguhnya, penemuan ilmu purbakala modern telah memaksa sejumlah sarjana mengubah sikap mereka mengenai asal-usul sebagian besar bahan dalam Kitab Bilangan.

Banyak arkeolog modern yang kompeten bahkan bergantung pada acuan geografis di dalam Pentateukh untuk menuntun penggalian mereka.

Pada tahun 1959, Nelson Glueck, sesudah keberhasilan penggalian selama bertahun-tahun di negeri Alkitab, ketika berbicara tentang "memori sejarah" yang menakjubkan dari Alkitab, mengatakan:

"Dapat dinyatakan secara pasti bahwa tidak ada penemuan purbakala yang pernah bertentangan dengan acuan Alkitab" (Rivers in the Desert, hlm. 31).

Kitab Bilangan, bersama dengan kitab-kitab lain dalam Pentateukh, sudah lama memperhadapkan para sarjana dengan masalah-masalah yang sulit.

Namun banyak persoalan telah berhasil dipecahkan berdasarkan data tambahan yang baru saja ditemukan.

Sebuah contoh yang bagus terdapat di dalam tafsiran atas 34:15.

Pendekatan kritikus terhadap Alkitab sering kali negatif dan merusak, sebab dia mulai dengan menolak unsur adikodratinya.

Kita harus melihat teks Kitab Bilangan dengan sikap positif dan dengan percaya pada hal-hal yang adikodrati.

Kita bisa saja kritis terhadap nas dan mengetahui berbagai kesulitan di dalamnya tanpa menutup pikiran kita terhadap makna sesungguhnya.

Di dalam hal-hal yang melibatkan unsur adikodrati, kita harus mencari arti yang paling jelas menurut metode penafsiran yang berdasarkan teknik-teknik ahli sejarah dan ahli tata bahasa.

Jika Alkitab mengatakan bahwa ada campur tangan adikodrati, kita harus menerima itu sebagaimana adanya.

Di mana Alkitab tidak menyebutkan demikian, kita tidak perlu memaksakan makna adikodrati ke dalam nas tersebut; sebab penempatan hal yang adikodrati itu dimaksudkan sebagai perbuatan yang luar biasa dan bukan perbuatan yang biasa.

Dengan demikian, apa yang dipahami seseorang mengenai asal usul Kitab Bilangan tergantung pada filsafat yang sudah dianut sebelumnya.

Jika filsafat dasarnya bersifat naturalistis, dia akan berkesimpulan bahwa kitab yang adikodrati pasti merupakan kecurangan dan khayalan.

Namun jika seseorang percaya bahwa Sang Wujud Tertinggi bisa saja campur tangan di dalam kehidupan umat manusia, dia tidak akan menemui kesulitan untuk memahami keluarnya Israel dari Mesir sebagai suatu peristiwa adikodrati.

Sekalipun demikian, kita juga harus mengetahui bahwa ada sistem pengaturan hal yang adikodrati itu.

Musa tidak selalu mengadakan mukjizat, Allah juga tidak mendiktekan setiap kata dari nas yang diilhamkan oleh-Nya.

Sang nabi tidak diragukan lagi memanfaatkan jasa banyak juru tulis (bdg. 11:16, 25) yang menjelaskan pemakaian kata ganti orang ketiga.

Allah secara langsung menyatakan sebagian kitab itu kepada Musa, termasuk peraturan untuk tinggal menetap di negeri yang dijanjikan dan rincian prosedur upacara keagamaan.

Namun di sisi lain, Musa dan para juru tulisnya mungkin memiliki sejumlah dokumen dan banyak tradisi lisan.

Roh Allah mencegah mereka berbuat salah dalam hal fakta, doktrin atau keputusan.

Kisah Bileam dan Balak (ps. 22-24) merupakan satu-satunya bagian dalam kitab ini yang tidak secara jelas dihubungkan dengan Musa dan yang di dalamnya Musa tidak disebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel