Yosua 3: Menyeberangi Sungai Yordan

Menyeberangi Sungai Yordan.

Setelah belajar perikop Pengintai-pengintai di Yerikho dari kitab Yosua, maka sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yakni Menyeberangi Sungai Yordan.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Yosua (Joshua 3 dengan judul perikop Menyeberangi Sungai Yordan).

Kita belajar perikop Menyeberangi Sungai Yordan ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Menyeberangi Sungai Yordan (Kitab Yosua 3)


Jos 3:1 Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang.

Jos 3:2 Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,

Jos 3:3 dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--

Jos 3:4 hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

Jos 3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."

Jos 3:6 Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

Jos 3:7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: "Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

Jos 3:8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu."

Jos 3:9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu."

Jos 3:10 Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu:

Jos 3:11 sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.

Jos 3:12 Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku.

Jos 3:13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."


Menyeberang Sungai Yordan (3:1-5:1).


Penyeberangan Sungai Yordan memasuki Kanaan merupakan sebuah krisis iman yang besar.

Hampir empat puluh tahun sebelumnya, Israel berhadapan dengan krisis yang sama, dan mereka gagal.

Meloloskan diri ke Sinai melalui Laut Merah, memerlukan kadar iman yang lumayan.

Namun, memasuki Kanaan melalui Sungai Yordan, dan dengan demikian berketetapan untuk berjuang melawan pasukan, kereta perang dan kota berkubu tanpa ada kemungkinan untuk mundur, memerlukan iman yang paling besar kepada Allah yang hidup (3:10).

Di sini seluruh bangsa mempertaruhkan nyawa mereka (bdg. Kis. 15:26) dalam komitmen penuh kepada Tuhan.

Persiapan Terakhir untuk Menyeberangi Sungai (3:2-13).


Pada akhir hari yang ketiga, pada tanggal sembilan dari bulan Nisan (bdg. 4:19), bangsa itu menerima berbagai perintah (3:24) tentang cara baru melakukan perjalanan, sebab tiang awan tidak akan menuntun mereka lagi.

1. Sampailah mereka ke Sungai Yordan. Segera sesudah kedua pengintai itu memberikan laporan, Yosua yakin bahwa Allah sedang bekerja.

Sekalipun belum mengetahui bagaimana caranya menyeberang sungai yang sedang pasang itu, dengan iman dia memindahkan perkemahan hingga dekat ke Zor, sebuah lekukan dangkal sedalam 150 kaki yang di dalamnya air yang memenuhi "hutan belukar Sungai Yordan" (Yer. 12:5; 49:19) tertampung.

Para imam, yang memang suku Lewi. Orang Lewi yang adalah imam, bukan orang Kehat (Bil. 4:15) yang akan mengangkat tabut perjanjian, sebab peristiwa tersebut merupakan sebuah peristiwa yang khidmat dan luar biasa (bdg. 6:6, I Raj. 8:3-6).

Bangsa itu harus menyebar di sekeliling tabut dengan jarak tiga ribu kaki, supaya seluruh bangsa tersebut dapat menyaksikan lambang kehadiran Yehova, "sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu" (Yos. 3:4b).

5. Kuduskanlah dirimu. Sebelum berangkat mereka diwajibkan untuk menguduskan diri secara lahiriah, dan menyerahkan diri secara batiniah kepada Allah, sebab Dia akan mengerjakan serangkaian mukjizat di antara mereka, dengan memberikan bukti pertama di depan umum tentang kehadiran-Nya bersama dengan Yosua (3:7), dan karena mereka akan melaksanakan sebuah perang suci (Bil. 31:24).

7. Pada hari inilah. Pada malam hari itu, sesudah hari baru Ibrani yang dimulai ketika matahari terbenam, Tuhan menghormati iman Yosua dengan menunjukkan kepadanya cara untuk menyeberang sungai itu.

Sesudah itu Yosua dapat memberitakan kepada bangsa tersebut bagaimana mereka harus menyeberang (3:9-13).

Hal ini dilakukan untuk memastikan, bahwa sesudah peristiwa tersebut berlalu, mereka akan sadar bahwa penyeberangan itu bukan suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan, melainkan karena Sumber dari segala kehidupan, kuasa dan kegiatan sedang melindungi mereka dan bertindak demi mereka.

11. Ayat ini, jika ditinjau secara harfiah, menunjukkan bahwa tabut perjanjian yang di dalamnya tersimpan Hukum Taurat yang tertulis itu, secara nyata melambangkan Allah bagi bangsa Israel: Lihatlah tabut perjanjian itu. Tuhan (adon) seluruh bumi akan berjalan di depan kamu masuk ke Sungai Yordan.

Jos 3:14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.

Jos 3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--

Jos 3:16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

Jos 3:17 Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.


Penyeberangan Seluruh Bangsa Itu (3:14-17).


Pagi-pagi sekali pada hari berikutnya, seluruh bangsa itu menyeberang sungai dalam waktu satu hari saja, sebab mereka bergerak cepat-cepat (4:10), pasti sekaligus ratusan atau ribuan, tidak perlu mencari dua kisah berbeda tentang penyeberangan tersebut, apabila berbagai pernyataan di dalam pasal 4 dipahami dengan benar.

Air . . . dari hulu . . . terputus (ay. 16). Ayat yang sulit ini paling baik dijelaskan dengan menerjemahkannya secara harfiah: air yang mengalir dari hulu berhenti, air itu melonjak menjadi bendungan yang jauh sekali di Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan (yaitu pada sisi yang sama dari Yordan).

Sedang air yang mengalir (memasuki Sungai Yordan dari berbagai anak sungai yang mengalir di sebelah selatan Adam) menuju ke Laut Araba, Laut Garam, terputus sama sekali.

Adam dapat diidentifikasikan sebagai Tel ed-Damieh yang terletak di bagian selatan dari titik pertemuan Sungai Yabok dengan Sungai Yordan, sekitar lima belas mil ke bagian hulu dari daerah penyeberangan.

Air tersebut mungkin terbendung hingga ke Sartan (Tel es Saidiyeh), dua belas mil ke utara Adam.

Sebuah tanah longsoran setinggi seratus lima puluh kaki yang terdiri atas bebatuan dari daerah Zor dekat Adam, mungkin yang membendung sungai tersebut (sebuah peristiwa yang tercatat terjadi pada tahun 1266 M. Dan yang lebih baru, menurut Garstang, terjadi pada tahun 1927 M ketika sungai tersebut terbendung selama lebih dari 21 jam).

Sekalipun demikian, pada waktu itu, Allah mengerjakan sebuah mukjizat luar biasa, sebab anak sungai yang lain juga ikut terbendung. Waktu air Sungai Yordan itu "berhenti dan juga waktu berbalik ke tempatnya" (4:18) nyaris dalam waktu segera. Dan dasar sungai yang lembab, langsung kering. Perlu pula dicatat, bahwa peristiwa ini terjadi ketika air Sungai Yordan itu sedang pasang.

Perikop Selanjutnya: Kedua Belas Batu Peringatan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel