Hakim-hakim 16:4-22: Simson dan Delila

Simson dan Delila.

Setelah belajar perikop Simson di Gaza dari kitab Hakim-hakim, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yakni Simson dan Delila.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab Hakim-hakim (Judges 16:4-22 dengan judul perikop Simson dan Delila).

Kita belajar perikop Simson dan Delila ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Semua ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Simson dan Delila (Kitab Hakim-hakim 16:4-22)


Jdg 16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

Jdg 16:5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."

Jdg 16:6 Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"

Jdg 16:7 Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."

Jdg 16:8 Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu,

Jdg 16:9 sedang di kamarnya ada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah perempuan itu kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah ketahuan di mana duduk kekuatannya itu.

Jdg 16:10 Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: "Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat."

Jdg 16:11 Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."

Jdg 16:12 Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan tali-tali itu dan berseru kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" --di kamar ada orang bersiap-siap--tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari tangannya seperti benang saja.

Jdg 16:13 Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."

Jdg 16:14 Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.

Jdg 16:15 Berkatalah perempuan itu kepadanya: "Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar."

Jdg 16:16 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.

Jdg 16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."

Jdg 16:18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.

Jdg 16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.

Jdg 16:20 Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.

Jdg 16:21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

Jdg 16:22 Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur.


Para Penindas dan Pelepas Israel (3:7-16:31).

Sesudah pendahuluan umum, yang melukiskan kehidupan sepanjang masa para Hakim, kepada kita disajikan serangkaian episode khusus.

Setiap episode, mengisahkan kemurtadan Israel dengan penghajaran oleh Allah sebagai akibatnya.


4. Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari Lembah Sorek yang namanya Delila. Kisah ini merupakan episode terakhir dalam kehidupan Simson yang perkasa.

Kembali Simson jatuh cinta dengan seorang perempuan Filistin.

Sebagian besar kehidupan Simson dilalui di Lembah Sorek, yang kini dikenal sebagai Wadi es-Surar, yang berawal lima belas mil di sebelah barat Yerusalem dan mengalir ke arah dataran pantai.

5. Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar. Para pemimpin Filistin melihat adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari cintanya Simson kepada Delila.

Mereka meminta Delila untuk menemukan karena apa kekuatan Simson demikian besar.

Apabila Delila berhasil melaksanakan tugasnya, maka setiap pemimpin orang Filistin masing-masing berjanji untuk membayar Delila seribu seratus keping uang perak.

6. Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar? Tiga kali Delila bertanya, dan tiga kali Simson memberikan jawaban yang salah.

Dalam jawaban yang pertama Simson mengatakan: Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga (ay. 7).

Karena itu, entah ketika dia sedang tidur atau sedang bergurau, Delila mengikatnya dengan tali busur baru yang disiapkan oleh orang Filistin.

9. Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson. Di ruangan dalam rumah Delila, terdapat sejumlah orang Filistin yang bersembunyi, siap untuk menangkap Simson setelah diberi tanda oleh Delila.

Setelah berhasil mengikat Simson dengan erat, maka Delila mengucapkan kata-kata sandi, orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson, pada saat itu juga Simson memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus.

Tali busur itu putus, dan rahasia kekuatan Simson tetap tidak terungkap.

Tersirat dalam bagian selanjutnya dari kisah ini, bahwa orang Filistin tidak langsung bertindak atas isyarat Delila.

Rupanya mereka menunggu dahulu untuk melihat apakah talinya tahan atau tidak.

10. Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Delila pura-pura tersinggung atas tindakan Simson yang tidak menceritakan kebenaran kepadanya.

Dengan kembali mendesak Simson memberi tahu rahasia kekuatannya, Delila mendapat penjelasan kedua darinya: Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga (ay. 11).

Pola semula terulang kembali.

Setelah Delila mengikat Simson dengan tali baru, berserulah dia: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson" (ay. 12).

Tetapi, sekali lagi Simson menunjukkan kekuatannya, sebab tali-tali itu diputuskannya, dan tanggal dari tangannya seperti benang saja.

13. Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Tetapi, untuk ketiga kalinya Simson memberikan jawaban yang salah.

Simson mengatakan: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok ... " Kemudian diperkirakan (walaupun tidak dinyatakan dalam teks), Simson akan menjadi lemah seperti orang lain.

Karena itu, Delila menenun rambut Simson seperti ia biasa menenun benang.

Kali ini Simson mulai mendekati kebenaran, sebab kehilangan rambut akan mengakibatkan hilangnya kekuatan yang dimiliki olehnya.

Tetapi pada saat Delila berkata: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson" (ay. 14), Simson langsung terjaga dari tidurnya dan disentaknya patok tenunan dan lungsin itu hingga terlepas.

15. Bagaimana mungkin engkau berkata: aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sesudah itu, selama hari-hari selanjutnya Delila terus merengek, dan meminta agar Simson menceritakan rahasianya sebagai layaknya dua orang kekasih yang tidak boleh menyimpan rahasia (ay. 16).

17. Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya. Simson menjelaskan sumpah seorang nazir (bdg. Bil. 6:2-21), dan mengatakan dengan terus terang: Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.

Sesudah itu kembali Delila memanggil orang-orang Filistin, dan menceritakan rahasia itu.

Ketika Simson tertidur di atas pangkuan Delila, seorang Filistin mencukur ketujuh jalin rambutnya.

Untuk keempat kalinya Delila berseru: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson" (ay. 20), tetapi kali ini orang Israel yang perkasa itu lemah tidak berdaya di hadapan musuh-musuhnya.

Merupakan bagian dari tragedi kisah ini, bahwa tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.

21. Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Orang Filistin menjadikan musuh mereka cacat dengan mencungkil matanya.

Sesudah itu, mereka mengikatnya pada kilangan di dalam penjara untuk melakukan kerja paksa yang sangat hina.

Tetapi, ketika berada di dalam penjara itu, rambutnya mulai tumbuh pula.

Proses itu lambat, tetapi artinya kekuatan Simson berangsur-angsur pulih.

Perikop Selanjutnya: Simson Mati.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel