1 Raja-raja 2:13-46: Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya

Setelah belajar perikop Pesan Daud Yang Terakhir Sebelum Meninggal dari Kitab 1 Raja-raja, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yakni Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab 1 Raja-raja (1 Kings 2:13-46 dengan judul perikop Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya).

Kita belajar perikop "Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya" ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Ayat-ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat-ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya (Kitab 1Ki 2:13-46)


1Ki 2:13 Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo, lalu perempuan itu berkata: "Apakah engkau datang dengan maksud damai?" Jawabnya: "Ya, damai!"

1Ki 2:14 Kemudian katanya: "Ada sesuatu yang hendak kukatakan kepadamu." Jawab perempuan itu: "Katakanlah!"

1Ki 2:15 Lalu katanya: "Engkau sendiri tahu bahwa akulah yang berhak atas kedudukan raja, dan bahwa seluruh Israel mengharapkan, supaya aku menjadi raja; tetapi sebaliknya kedudukan raja jatuh kepada adikku, sebab dari Tuhanlah ia mendapatnya.

1Ki 2:16 Dan sekarang, satu permintaan saja kusampaikan kepadamu; janganlah tolak permintaanku." Jawab perempuan itu kepadanya: "Katakanlah!"

1Ki 2:17 Maka katanya: "Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku."

1Ki 2:18 Jawab Batsyeba: "Baik, aku akan membicarakan hal itu untuk engkau dengan raja."

1Ki 2:19 Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya.

1Ki 2:20 Berkatalah perempuan itu: "Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku." Jawab raja kepadanya: "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu."

1Ki 2:21 Kata perempuan itu: "Biarlah Abisag, gadis Sunem itu, diberikan kepada kakakmu Adonia menjadi isterinya."

1Ki 2:22 Tetapi raja Salomo menjawab ibunya: "Mengapa engkau meminta hanya Abisag, gadis Sunem itu, untuk Adonia? Minta jugalah untuknya kedudukan raja! Bukankah dia saudaraku yang lebih tua, dan di pihaknya ada imam Abyatar dan Yoab, anak Zeruya?"

1Ki 2:23 Lalu bersumpahlah raja Salomo demi TUHAN: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika Adonia tidak membayarkan nyawanya dengan permintaan ini!

1Ki 2:24 Oleh sebab itu, demi TUHAN yang hidup, yang menegakkan aku dan mendudukkan aku di atas takhta Daud, ayahku, dan yang membuat bagiku suatu keluarga seperti yang dijanjikan-Nya: pada hari ini juga Adonia harus dibunuh."

1Ki 2:25 Lalu raja Salomo menyerahkan hal itu kepada Benaya bin Yoyada; orang ini memancung dia sehingga mati.

1Ki 2:26 Dan kepada imam Abyatar raja berkata: "Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan ALLAH di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku."

1Ki 2:27 Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN. Dengan demikian Salomo memenuhi firman TUHAN yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga Eli.

1Ki 2:28 Ketika kabar itu sampai kepada Yoab--memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom--maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.

1Ki 2:29 Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah TUHAN, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: "Pergilah, pancung dia."

1Ki 2:30 Benaya masuk ke dalam kemah TUHAN serta berkata kepadanya: "Beginilah kata raja: Keluarlah." Jawabnya: "Tidak, sebab di sinilah aku mau mati." Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: "Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku."

1Ki 2:31 Kata raja kepadanya: "Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.

1Ki 2:32 Dan TUHAN akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.

1Ki 2:33 Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada TUHAN sampai selama-lamanya."

1Ki 2:34 Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, kemudian dia dikuburkan di rumahnya sendiri di padang gurun.

1Ki 2:35 Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar.

1Ki 2:36 Kemudian raja menyuruh memanggil Simei, dan berkata kepadanya: "Dirikanlah bagimu sebuah rumah di Yerusalem, diamlah di sana, dan janganlah keluar dari sana ke mana-manapun.

1Ki 2:37 Sebab ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan menyeberangi sungai Kidron, pastilah engkau mati dibunuh dan darahmu akan ditanggungkan kepadamu sendiri."

1Ki 2:38 Lalu berkatalah Simei kepada raja: "Baiklah demikian! Seperti yang tuanku raja katakan, demikianlah akan dilakukan hambamu ini." Lalu Simei diam di Yerusalem beberapa waktu lamanya.

1Ki 2:39 Dan sesudah lewat tiga tahun, terjadilah bahwa dua orang hamba Simei lari kepada Akhis bin Maakha, raja Gat, lalu diberitahukan kepada Simei: "Ketahuilah, kedua orang hambamu ada di Gat."

1Ki 2:40 Maka berkemaslah Simei, dipelanainya keledainya, dan pergilah ia ke Gat, kepada Akhis, untuk mencari hambanya itu. Lalu Simei pulang dan membawa mereka dari Gat.

1Ki 2:41 Ketika diberitahukan kepada Salomo, bahwa tadinya Simei pergi dari Yerusalem ke Gat dan sekarang sudah pulang,

1Ki 2:42 maka raja menyuruh memanggil Simei dan berkata kepadanya: "Bukankah aku telah menyuruh engkau bersumpah demi TUHAN dan telah memperingatkan engkau, begini: Ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan pergi ke mana-manapun, pastilah engkau mati dibunuh! Dan engkau telah menjawab: Baiklah demikian, aku akan mentaatinya.

1Ki 2:43 Mengapa engkau tidak menepati sumpah demi TUHAN itu dan juga perintah yang kuperintahkan kepadamu?"

1Ki 2:44 Kemudian kata raja kepada Simei: "Engkau sendiri tahu dalam hatimu segala kejahatan yang kauperbuat kepada Daud, ayahku, maka TUHAN telah menanggungkan kejahatanmu itu kepadamu sendiri.

1Ki 2:45 Tetapi diberkatilah kiranya raja Salomo dan kokohlah takhta Daud di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya."

1Ki 2:46 Raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo.


Salomo Menyingkirkan Saingan-saingannya (2:12-46).


Hukuman Mati Atas Adonia (2:13-25).

13-17. Adonia . . . menghadap Batsyeba. Adonia mendekati ibu Salomo untuk mengajukan sebuah permohonan yang kelihatannya tidak apa-apa, namun mengandung bahaya yang terselubung.

Sesungguhnya yang dia bermaksud katakan adalah, "Serahkan Abisag kepadaku".

Gadis muda ini telah mendampingi Daud ketika sudah usur. Sang ibu yang tidak curiga apa-apa, tidak melihat adanya bahaya di dalam permohonan ini dan menganggapnya sebagai sekadar "urusan hati" sehingga ia segera setuju.

19. Batsyeba masuk menghadap Raja Salomo. Dengan polos dia menjadi perantara bagi Adonia. Dengan rasa hormat sang raja menerima ibunya ... hingga sang ibu mengajukan permohonan itu.

22. Mengapa engkau meminta hanya Abisag ... untuk Adonia? Ketajaman berpikir Salomo langsung melihat siasat busuk di dalam permohonan itu.

Sekalipun Daud tidak pernah berhubungan badan dengan Abisag, toh Abisag dianggap seorang ahli waris. Kepadanya juga diberi hak untuk menjadi raja.

Setelah gagal di dalam usaha sebelumnya untuk menduduki takhta, Adonia kini berusaha untuk mencapainya dengan cara yang lebih halus. Kini dia tidak bisa diampuni lagi.

25. Lalu raja menyerahkan hal itu kepada Benaya. Adonia tidak bisa menghargai kemurahan orang; oleh karena itu iapun terkena hukuman tanpa belas kasihan.

Abyatar Dicopot dari Jabatannya (2:26, 27).

26. Dan kepada imam Abyatar raja berkata, "Pergilah ke Anatot". Abyatar adalah keturunan Harun dari keluarga Eli.

Dia dicopot dari jabatannya sebagai imam dan dikirim pulang secara tidak terhormat.

Alasan hukuman itu menurut pernyataan Salomo ialah keterlibatannya di dalam pemberontakan Adonia.

Sekalipun diusir, dia tidak dihukum sebab dia tetap setia kepada Daud pada saat pemberontakan Absalom (II Sam. 15:24 dst.).

Kematian Yoab (2:28-35).

28. Maka larilah Yoab ke kemah Tuhan, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah. Salomo kini mulai melaksanakan perintah almarhum ayahnya menyangkut musuh-musuhnya.

Kemah Tuhan pada waktu itu terletak di Gibeon (lih. 3:4) yang menjadi tempat pelarian Yoab sebab dia sadar bahwa kehancurannya sudah pasti.

Akan tetapi, tempat ibadah dan mezbah sekalipun tidak bisa melindungi orang yang membunuh dengan sengaja itu.

33. Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya. Sang raja memberikan bukti nyata tentang setimpalnya hukuman tersebut.

Ucapan "berkat" yang menyusul menunjukkan bahwa begitu utang darah dihapuskan dari takhta, takhta akan terbuka untuk diberkati Allah.

Sesudah hukuman tersebut dilaksanakan, Yoab dikuburkan di rumahnya sendiri.

Jendral tua itu sama sekali tidak dipermalukan.

Dikuburkan di tanah milik keluarga sendiri merupakan tanda hormat seperti halnya Samuel sang nabi (I Sam. 25:1) dan orang-orang terkemuka lainnya.

Tempat tinggal Yoab adalah di sebelah timur Betlehem, di padang gurun Yudea.

35. Raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar. Sesudah Yoab digantikan oleh Benaya, Zadok diangkat menggantikan Abyatar.

Pengangkatan Zadok itu mengandung berbagai akibat yang serius, sebab sejak saat itu kedudukan imam terkait erat dengan strategi negara.

Hukuman Terhadap Simei (2:36-46).

36-41. Kemudian raja menyuruh memanggil Simei (lih. 2:8, 9). Orang berikutnya yang harus ditangani Salomo menurut perintah ayahnya adalah Simei.

Raja memerintahkan dia untuk mendirikan sebuah rumah di Yerusalem dan tetap tinggal di dalam batas-batas kota.

Sungai Kidron memisahkan wilayah suku Yehuda dari wilayah suku Benyamin. Simei berasal dari suku Benyamin. Dengan demikian dia dilarang untuk kembali kepada sukunya sendiri (ay. 37).

Simei menyetujui peraturan tersebut dan berjanji untuk menaatinya (ay. 38).

Sekalipun dirinya memperoleh pengawasan yang sangat ketat, dan sadar bahwa melanggar persetujuan itu membuatnya terancam hukuman yang berat, dia toh melanggar persyaratan bagi penangguhan hukuman matinya dengan meninggalkan Yerusalem untuk mencari dua orang budaknya yang telah melarikan diri ke Gat, sebuah kota milik orang Filistin (ay. 39, 40).

42. Raja menyuruh memanggil Simei. Tersirat di sini bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh Simei dilaporkan kepada Salomo.

Apakah hukuman mati yang dikenakan atas pelanggaran itu merupakan sebuah hukuman yang adil atau tidak, terbuka untuk diperdebatkan.

Setidak-tidaknya sang raja melihat tindakan Simei itu sebagai mempunyai motivasi yang jahat sehingga ia menghukum Simei dengan hukuman mati.

Salomo kini telah melaksanakan semua tugas yang dibebankan ayahnya kepadanya.

Tentu baik jika Salomo juga dengan penuh semangat menaati Tuhan Allahnya sama seperti ia dengan penuh semangat menyelesaikan tugas ini (bdg. 2:3).

45. Diberkatilah kiranya raja Salomo. Raja Salomo bersukacita atas kematian Simei itu, karena dengan demikian kutukan yang dikenakan secara langsung kepada Daud dan secara tidak langsung kepadanya sudah dihilangkan.

46. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo. Dengan berhasil menyingkirkan semua lawan yang mengancam takhtanya, Salomo bisa melaksanakan suatu pemerintahan yang tenang dan berkelimpahan.

Perikop Selanjutnya: Doa Salomo Memohon Hikmat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel